Cerpen

6:17 PM

cerpen yang di buat dalam semalam dan tidak tahu kebenaran dalam berbahasa terima kasih :)

The Last Day
            Hari yang begitu cerah. Aku berangkat sekolah dengan hati yang riang pula. Sebut saja namaku Intan. Aku bersekolah di SMA N 1 Badung kelas XI PA 5. Aku mempunyai seorang sahabat dia adalah Nur. Nur anaknya asik, lucu, dan baik kepada teman-temannya. Kami sudah berteman sejak pertama kali masuk ke sekolah ini.
            Suatu hari aku dan Nur sedang jalan-jalan ke mall. Disana kami menonton bioskop, foto di photo box, dan yang penting asik lah. Beberapa saat kemudian Nur berfikir yang aneh-aneh, yaitu ingin memiliki seorang cowok yang baik dan ganteng. Dan Nur menantangku untuk memiliki seorang cowok. Ya aku enggak bisa nolak karena dia sahabatku.
            Setibanya di rumah aku masuk ke kamar dan menguncinya, karena aku hanya bisa berfikir tentang ajakan Nur tadi siang aku bingung mau melakukan apa lagi.
            Pada keesokan harinya aku berangkat sekolah seperti biasa. Tapi pagi ini ada yang enggak biasa karena aku bertemu seorang cowok berkulit sawo matang, rambut hitam terurai, mengenakan jam merah dilengannya dan ganteng pula. Aku ingin sekali berkenalan dengannya tapi aku gak berani yang aku tau dia adek kelas ku. Dan enggak lama kemudian ternyata dia melihat kearah ku sambil tersenyum dan aku hanya bisa membalas senyumnya.
            Jam telah menunjukkan pukul 13.30 WIB, dan bel tanda pulang terdengar berbunyi dengan keras. Aku bergegas keluar kelas dan ternyata didepan perpustakaan aku bertemu adek kelas tadi.
“Hai?” kataku sedikit malu
“Hai juga kak” jawabnya sambil tersenyum
“Aku Intan, nama kamu siapa dan kelas X apa dek?” jawab ku lagi
“Aku Rendi kak, kelas X8, kakak kelas XI pa 5 kan?” tanya Rendi
“iya dek, kok kamu tau?” tanyaku dengan cepat
“apa sih yang enggak aku tahu, hehe” jawab Rendi sedikit tertawa”
“hmm iya udah dek aku duluan ya” sambil tersenyum
            Sesampainya di rumah aku senyum-senyum sendiri karena bisa berbicara pada Rendi di sekolah. Dan beberapa menit kemudian handphone ku berbunyi. Ternyata Rendi ngeadd pin BB aku, ya aku menerimanya lalu aku ngefoll tweet dan ngeadd facebooknya Rendi.
            Hari demi hari aku semakin dekat dengan Rendi. Enggak perlu waktu lama aku udah merasa nyaman dengan Rendi. Dari dia merhatiin aku, curhat-curhatan ku dan semua yang berhubungan dengan ku.
            Hari ini rendi mengajakku jalan ke pasar malam, disana kami bercanda senang dan menikmati malam yang indah ini. Rendi bertanya pada ku
            “Hmm.. eh kak aku boleh ngomong sesuatu enggak?”
            “Dek-dek mau ngomong kok pakai ijin.” Jawabku sambil tersenyum
            “Kak aku suka sama kakak, kakak mau gak jadi pacar aku ?” tanya Rendi gugup
            “Gmana ya dek?  Kakak enggak bisa.” Jawabku sambil menundukkan kepala
            “Kenapa kak?” tanya Rendi kecewa
            “Karena kakak gak bisa nolak cinta kamu.” Jawabku sambil tersenyum malu
            Rendi hanya bisa tersenyum dan menggenggam tanganku menuju parkiran tempat motornya diparkirkan. Aku merasa senang karena akhirnya Rendi bisa move on juga selama pendekatan ini. Dan akhirnya aku bisa memenuhi tantangan Nur.
            Selama pendekatan ini aku enggk pernah mendengar kabar dari Nur lagi. Aku sms enggak ada jawaban aku telfon Handphonenya mati ya terpaksa harus main kerumah Nur. Tetapi hasilnya tetap nihil juga, Nurnya gak ada di rumah dan rumahnya juga terlihat sepi.
            Keesokan harinya aku mencari tahu keberadaan Nur dengan bertanya kepada teman sekelasnya ternyata Nur udah enggak masuk selama 2 minggu dan teman sekelasnya juga pada gak tau apa yang terjadi. Aku jadi bingung dengan Nur, sahabatnya sendiri aja gak tau keberadaannya apalagi temannya.
            Hari-hari kulewati bersama Rendi. tapi itu tidak membuatku bahagia seperti aku bersama Nur. Aku kangen Nur, setiap hari aku mencari info tentang keberadaan Nur. Tapi tetap saja enggak ada yang tahu Nur pergi kemana bersama keluarganya.
            Aku sempat berfikir apa yang dimaksud Nur untuk mencari seorang cowok itu adalah untuk menggantikan Nur disaat dia menghilang seperti sekarang ini...
            Setelah 2 bulan berlalu aku mendapatkan sms tentang keberadaan Nur. Ternyata Nur sedang berada di rumah sakit di daerah jakarta. Aku segera berangkat, dari bandung menuju jakarta enggak peduli sejauh apa aku pergi yang penting bisa bertemu dengan Nur.
            Sesampainya di sana aku langsung mencari kamar tempat Nur dirawat. dan aku menemukan Nur terbaring lemah dan aku bertanya kpada ibunya.
            "Bu kenapa ibu enggak memberi tau aku kalo Nur sedang sakit"
            "Maaf dek Intan kalo ibu tidak memberi tahu, ini semua permintaan Nur supaya kamu tidak cemas dengan penyakit Nur" Pinta ibu Nur
            "Iya bu, Nur sakit apa bu?" tanya Intan sambil menangis
            "Nur mengidap kanker otak sejak 2 tahun lalu tapi baru 3 minggu terakhir ini penyakitnya terus menyerang Nur "
           
            Intan merasa sangat sedih karena mendengar berita tentang penyakit Nur ia berencana untuk menanyakan yang lebih detail tentang penyakit Nur besok.
            Keesokan harinya langkah Intan terhenti karena melihat Nur yang terselimuti kain kafan yang sudah tak bernafas, Hatinya tersentak dan tidak bisa berkata apa-apa, hanya air mata yang membasahi pipinya.
            “ Kamu Intan?” kata suster yang berjalan menuju tempat Intan
            “ I-iya.. “ Jawab Intan dengan lemas
            “ Nur meninggalkan surat untukmu” Kata suster itu sambil menyerahkan sepucuk surat
Dibacanya surat itu
            “Intan.. sebenarnya sudah lama aku mengidap penyakit ini, aku tidak ingin memberitahumu karena aku takut membuat kamu khawatir dan sedih
Bagaimana hubunganmu dengan Rendi? Sebenarnya aku memang sudah lama merencanakan pertemuanmu dengan Rendi karena waktu ku sudah tak lama lagi, jadi walaupun aku sekarang sudah pergi kamu tidak kesepian lagi. Kamu adalah sahabatku yang terbaik Intan. I WILL MISS YOU”
Intan menangis tetapi tak lama ia pun tersenyum karena Ia tahu bahwa Nur bahagia diatas sana.


                                                                                                                        THE END.

maaf jika ada kesalahan dikarena karya sendiri dan tidak copas makasih :) and this my first cerpen and the last maybe haha

You Might Also Like

0 comments

Instagram