cerpen yang di buat dalam semalam dan tidak tahu kebenaran dalam berbahasa terima kasih :)
The Last Day
Hari
yang begitu cerah. Aku berangkat sekolah dengan hati yang riang pula. Sebut
saja namaku Intan. Aku bersekolah di SMA N 1 Badung kelas XI PA 5. Aku
mempunyai seorang sahabat dia adalah Nur. Nur anaknya asik, lucu, dan baik
kepada teman-temannya. Kami sudah berteman sejak pertama kali masuk ke sekolah
ini.
Suatu
hari aku dan Nur sedang jalan-jalan ke mall. Disana kami menonton bioskop, foto
di photo box, dan yang penting asik lah. Beberapa saat kemudian Nur berfikir
yang aneh-aneh, yaitu ingin memiliki seorang cowok yang baik dan ganteng. Dan
Nur menantangku untuk memiliki seorang cowok. Ya aku enggak bisa nolak karena
dia sahabatku.
Setibanya
di rumah aku masuk ke kamar dan menguncinya, karena aku hanya bisa berfikir
tentang ajakan Nur tadi siang aku bingung mau melakukan apa lagi.
Pada
keesokan harinya aku berangkat sekolah seperti biasa. Tapi pagi ini ada yang
enggak biasa karena aku bertemu seorang cowok berkulit sawo matang, rambut
hitam terurai, mengenakan jam merah dilengannya dan ganteng pula. Aku ingin
sekali berkenalan dengannya tapi aku gak berani yang aku tau dia adek kelas ku.
Dan enggak lama kemudian ternyata dia melihat kearah ku sambil tersenyum dan
aku hanya bisa membalas senyumnya.
Jam
telah menunjukkan pukul 13.30 WIB, dan bel tanda pulang terdengar berbunyi
dengan keras. Aku bergegas keluar kelas dan ternyata didepan perpustakaan aku
bertemu adek kelas tadi.
“Hai?” kataku sedikit malu
“Hai juga kak” jawabnya sambil tersenyum
“Aku Intan, nama kamu siapa dan kelas X
apa dek?” jawab ku lagi
“Aku Rendi kak, kelas X8, kakak kelas XI
pa 5 kan?” tanya Rendi
“iya dek, kok kamu tau?” tanyaku dengan
cepat
“apa sih yang enggak aku tahu, hehe”
jawab Rendi sedikit tertawa”
“hmm iya udah dek aku duluan ya” sambil
tersenyum
Sesampainya
di rumah aku senyum-senyum sendiri karena bisa berbicara pada Rendi di sekolah.
Dan beberapa menit kemudian handphone ku berbunyi. Ternyata Rendi ngeadd pin BB
aku, ya aku menerimanya lalu aku ngefoll tweet dan ngeadd facebooknya Rendi.
Hari
demi hari aku semakin dekat dengan Rendi. Enggak perlu waktu lama aku udah
merasa nyaman dengan Rendi. Dari dia merhatiin aku, curhat-curhatan ku dan
semua yang berhubungan dengan ku.
Hari
ini rendi mengajakku jalan ke pasar malam, disana kami bercanda senang dan
menikmati malam yang indah ini. Rendi bertanya pada ku
“Hmm.. eh kak aku boleh ngomong sesuatu
enggak?”
“Dek-dek mau ngomong
kok pakai ijin.” Jawabku sambil tersenyum
“Kak aku suka sama
kakak, kakak mau gak jadi pacar aku ?” tanya Rendi gugup
“Gmana ya dek? Kakak enggak bisa.” Jawabku sambil menundukkan
kepala
“Kenapa kak?” tanya
Rendi kecewa
“Karena kakak gak
bisa nolak cinta kamu.” Jawabku sambil tersenyum malu
Rendi
hanya bisa tersenyum dan menggenggam tanganku menuju parkiran tempat motornya
diparkirkan. Aku merasa senang karena akhirnya Rendi bisa move on juga selama
pendekatan ini. Dan akhirnya aku bisa memenuhi tantangan Nur.
Selama
pendekatan ini aku enggk pernah mendengar kabar dari Nur lagi. Aku sms enggak
ada jawaban aku telfon Handphonenya mati ya terpaksa harus main kerumah Nur.
Tetapi hasilnya tetap nihil juga, Nurnya gak ada di rumah dan rumahnya juga
terlihat sepi.
Keesokan
harinya aku mencari tahu keberadaan Nur dengan bertanya kepada teman sekelasnya
ternyata Nur udah enggak masuk selama 2 minggu dan teman sekelasnya juga pada
gak tau apa yang terjadi. Aku jadi bingung dengan Nur, sahabatnya sendiri aja
gak tau keberadaannya apalagi temannya.
Hari-hari
kulewati bersama Rendi. tapi itu tidak membuatku bahagia seperti aku bersama
Nur. Aku kangen Nur, setiap hari aku mencari info tentang keberadaan Nur. Tapi
tetap saja enggak ada yang tahu Nur pergi kemana bersama keluarganya.
Aku
sempat berfikir apa yang dimaksud Nur untuk mencari seorang cowok itu adalah
untuk menggantikan Nur disaat dia menghilang seperti sekarang ini...
Setelah
2 bulan berlalu aku mendapatkan sms tentang keberadaan Nur. Ternyata Nur sedang
berada di rumah sakit di daerah jakarta. Aku segera berangkat, dari bandung
menuju jakarta enggak peduli sejauh apa aku pergi yang penting bisa bertemu
dengan Nur.
Sesampainya
di sana aku langsung mencari kamar tempat Nur dirawat. dan aku menemukan Nur
terbaring lemah dan aku bertanya kpada ibunya.
"Bu kenapa ibu
enggak memberi tau aku kalo Nur sedang sakit"
"Maaf dek Intan
kalo ibu tidak memberi tahu, ini semua permintaan Nur supaya kamu tidak cemas
dengan penyakit Nur" Pinta ibu Nur
"Iya bu, Nur
sakit apa bu?" tanya Intan sambil menangis
"Nur mengidap kanker otak sejak 2 tahun
lalu tapi baru 3 minggu terakhir ini penyakitnya terus menyerang Nur "
Intan
merasa sangat sedih karena mendengar berita tentang penyakit Nur ia berencana
untuk menanyakan yang lebih detail tentang penyakit Nur besok.
Keesokan
harinya langkah Intan terhenti karena melihat Nur yang terselimuti kain kafan
yang sudah tak bernafas, Hatinya tersentak dan tidak bisa berkata apa-apa,
hanya air mata yang membasahi pipinya.
“ Kamu Intan?” kata suster yang berjalan
menuju tempat Intan
“ I-iya.. “ Jawab
Intan dengan lemas
“ Nur meninggalkan
surat untukmu” Kata suster itu sambil menyerahkan sepucuk surat
Dibacanya surat itu
“Intan.. sebenarnya sudah lama aku mengidap
penyakit ini, aku tidak ingin memberitahumu karena aku takut membuat kamu
khawatir dan sedih
Bagaimana hubunganmu dengan Rendi? Sebenarnya aku memang sudah lama merencanakan pertemuanmu dengan Rendi karena waktu ku sudah tak lama lagi, jadi walaupun aku sekarang sudah pergi kamu tidak kesepian lagi. Kamu adalah sahabatku yang terbaik Intan. I WILL MISS YOU”
Bagaimana hubunganmu dengan Rendi? Sebenarnya aku memang sudah lama merencanakan pertemuanmu dengan Rendi karena waktu ku sudah tak lama lagi, jadi walaupun aku sekarang sudah pergi kamu tidak kesepian lagi. Kamu adalah sahabatku yang terbaik Intan. I WILL MISS YOU”
Intan menangis tetapi tak lama ia pun tersenyum
karena Ia tahu bahwa Nur bahagia diatas sana.
THE
END.
maaf jika ada kesalahan dikarena karya sendiri dan tidak copas makasih :) and this my first cerpen and the last maybe haha
maaf jika ada kesalahan dikarena karya sendiri dan tidak copas makasih :) and this my first cerpen and the last maybe haha
